Uforia lara


Kau biarkan lara itu mendesau pada hatiku
Dan badai luka menyambar segenap tenang

Ini aku tuangkan sedikit racun dalam cangkir kopiku
Biar aku melayang, mengejar hasrat berlarian
Ini aku padamkan lampu jiwa
Biar aku semakin tenggelam dalam risau, dan kau tertawa

Begitu sulit mengeja cinta, seperti sang embun yang sulit memahami matahari
Atau jangan-jangan risauku sudah terlalu berdebu? Mengendap dan hilang, terbang?
Ah, nampaknya sunggingmu telah melarakanku
Melandai kacau di lembah diri
tahukah kau bahwa tiap malam aku mengendap sendiri.
Tiap malam kubaringkan jiwaku pada kelesuan daun
Dan kau pasti tidak percaya..

0 Responses

Posting Komentar

terimakasih atas atensinya...

Powered By Blogger

  • Foto saya
    DKI Jakarta
    Wartawan di harian Warta Kota, Kompas Gramedia. Follow @FeryantoHadi

    Total Tayangan Halaman

    Pengikut Blog


    waktu jualah yang akan menghentikan pengembaraan singkat ini